POLEMIK PERDEBATAN SAMYANG, HALAL ATAU TIDAK?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Siapa yang belum tahu makanan ini? ya, ini adalah mie instant ramen pedas produk dari korea. Samyang sebetulnya bukanlah nama ramen pedas yang sering dimakan akan tetapi Samyang adalah nama perusahaan mie pedas tersebut. Mie ramen pedas ini sebenarnya bernama Buldak Bokkeum Myun (susah banget yah ngomongnya) atau Mie ayam pedas jika di translate ke bahasa Indonesia. Samyang populer sejak para youtuber membuat video samyang challenge.

Karena mie Instant ini makanan impor dari korea, sebagian besar negara Muslim di dunia termasuk Indonesia meragukan Halal atau tidak. Memang secara kandungan, produk Samyang ini memiliki jejak lemak babi meskipun mie ini berasa Ayam. Huruf Hangul yang digunakan pada Samyang ini membuat para penggemar mie instant pedas enggan makan mie produk Samyang ini.

POLEMIK PERDEBATAN SAMYANG, HALAL ATAU TIDAK? rupanya Samyang telah meliris mie ramen pedas ini yang versi berlogo Halal. Sertifikat Halal tersebut didapatkan dari Korea Muslim Federation, produk Samyang halal ini sama seperti produk mie instant di Indonesia berlabel Halal. Di Indonesia sendiri kebanyakan Samyang yang beredar belum menyertakan label Halal. Untuk pasar Singapura dan malaysia sudah beredar dengan Logo Halal.

Samyang Food Co. Ltd sendiri telah membuat dua buah pabrik mie ramen pedas ini, salah satunya berada di Wonju untuk memproduksi mie pedas ini berlabel Halal. Namun pasalnya masih banyak yang meragukan ke Halalan produk mie tersebut karena masih banyak kejanggalan yang sebelumnya sudah diperbincangkan oleh pihak Samyang. Karena banyak yang binggung bagaimana cara membedakan produk Samyang yang sertifikat Halal atau tidak.

Kemudian muncul aplikasi untuk cek Halal atau tidak dengan mengecek barcode dari produk tersebut. Sayangnya Samyang masih menyamakan barcode mie tersebut sama dengan yang berlabel Halal, di sinilah masih banyak membuat perdebatan Halal atau tidak. Namun Pihak Samyang telah mengeluarkan atau menulis pernyataan bahwa produk-produk yang merekan eksport  tersebut adalah Halal.

Samyang seharusnya tidak membuat pernyataan tesebut untuk menjelasakan bahwa ” Hot spicy chicken ramyun” telah bersertifikat Halal meskipun tidak ada logo Halal pada kemasan. Saat ini banyak sekali penjual menggunakan surat tersebut dalam menjual versi tidak ada logo halal seperti di Indonesia. Mereka menyesatkan dan membuat binggung agar mengira produk tidak halal seolah-olah Halal dengan menyertakan surat tersebut. Samyang harusnya mempertimbangkan situasi ini, kami menduga bahwa sebagian besar ” Hot spicy chicken ramyun” yang dijual di Indonesia tidak Halal terkait laporan masalah ini dari pelanggan di Indonesia ” .

source : korea.iyaa, kapanlagi dan youtube

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *